Welcome to my blog..... Thank's to visit...! Jangan lupa? tinggalkan komentar anda...

Selasa, 01 Juni 2010

internet di SKB Bloraku...

Sekarang ini internet yang merupakan hasil dari perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang begitu luar biasa pesatnya telah mampu menghilangkan batasan wilayah ataupun waktu dalam pencarian sebuah informasi. Orang begitu mudahnya meng-akses segala informasi yang diinginkan melalui internet, bahkan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih internet bisa dilakukan melalui media hp yang kini semua orang hampir memilikinya.
Internet telah menjadi pusat informasi dan mengubah dunia menjadi satu tanpa adanya lagi batasan-batasan ideologi, negara dan agama. Setiap orang bisa mengakses informasi atau pengetahuan apa saja yang ingin diketahuinya, bahkan dengan internet orang bisa belajar sendiri untuk menentukan pelajaran yang ingin didapatkan tanpa harus ada kurikulum yang terkadang mengekang kebebasan untuk belajar atau bisa dikatakan mampu menciptakan pendidikan sepanjang hayat atau long life education. 
Dalam hal ini pendidikan nonformal SKB Blora berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. seperti dengan adanya lab komputer yang menggunakan sarana internet yang ternyata sangat diminati para pendidik dan warga belajarnya untuk menggunakan fasilitas tersebut. 
Karena sebagai pendidikan nonformalpun SKB Blora harus mampu melihat dan merespon terhadap perkembangan teknologi ini sebagai sebuah sarana ataupun fasilitator untuk mewujudkan tujuan pendidikan non formal yaitu memberikan pendidikan yang berbasis kebebasan dan aktualisasi diri atau pendidikan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat yang tertuang dalam motonya yaitu long life education atau belajar sepanjang hayat.
Dan ternyata dengan adanya internet di SKB Blora mempunyai berbagai manfaat  bagi ptk pnf yaitu :
    1. Memberikan informasi tentang PTK-PNF BLORA.
    2. Menjadikannya sebagai sarana diskusi pada pendidik untuk bisa saling tukar ilmu sehingga menunjang keberhasilan pendidikan.
    3. Menjadikannya sebagai wadah untuk para pendidik mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam bentuk artikel yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
    4. Memberikan kontribusi positif untuk membangun dan mengembangkan pendidikan nonformal di kabupaten Blora pada khususnya dan pengembangan dunia pendidikan pada umumnya.

BERGURU PADA PENGRAJIN BARONGAN..

Siang itu agak terasa teriknya matahari.. kususuri jalan yang sudah semakin rusak dengan sepeda motor winku menuju sebuah desa Jepangrejo..
Jarak dari pusat kota Blora, desa ini sekitar 15 kilometer kearah Selatan.. Setelah tampak nama Desa Jepangrejo di sebuah tembok pembatas yang mungkin berfungsi sebagai gapura.. aku mencoba mencari tahu tentang seorang yang katanya pandai membuat kerajinan Barongan.. akhirnya setelah beberapa kali bertanya kepada warga yang kutemui di jalan. Aku menuju sebuah rumah yang agak terpencil dengan melewati jembatan sempit yang hanya bisa dilalui satu sepeda motor..
Rumah yang terlihat sederhana tampak tak terlihat ada bedanya dengan rumah-rumah lainnya di sebelah kanan kirinya. Rumah itupun sepi tak nampak kegiatan apapun jauh beda dengan perkiraanku.
yang semula bayanganku akan menuju sebuah home industri dengan berbagai kerajinan sebagai produknya atau paling tidak ada kegiatan pembuatan kerajinan tersebut.

Kulangkahkan kaki menuju rumah tersebut yang hanya berlantaikan tanah, tampak meja panjang lengkap dengan kursi panjang pula yang terbuat dari kayu jati diruang tamunya.. kuketuk pintu dan tampak keluar seorang pemuda dari dalam rumah..

Mas sarjono namanya... begitu aku dipersilahkan masuk, kulihat di dalam rumah tersebut terpajang berbagai macam bentuk wayang yang diatur sedemikian rupa seadanya di dinding-dinding ruangan.. dan tak luput dari pandanganku juga di pajang di dinding tampak beberapa topeng atau pentol kalau orang jawa bilang, berikut dengan barongan yang kucari..

Barongan adalah seni kesenian asli Blora yang terdiri dari beberapa pemain yaitu seorang pembawa barongan ( semacam barong, atau topeng kepala bentuk macan, dengan kain juga motif loreng seperti macan sebagai penutup pemainnya). Dan beberapa pemain lainnya menggunakan topeng di wajah biasa dinamakan bujang ganong, dan pemain lainnya sebagai penabuh musik yaitu dua buah kenong dan gendang. Barongan hampir mirip dengan barongsai yakni bentuk kesenian dari cina, namun bentuk kepala agak berbeda, kalau barongan terbuat dari kayu mirip reog ponorogo namun tanpa bulu-bulu meraknya.

Tujuan awalku memang sedang mencari bentuk kerajinan-kerajinan lokal Blora yang mungkin bisa aku ajarkan kepada peserta didikku di Paket B, untuk mengembangkan ketrampilan anak didikku sesuai dengan pendidikan berbasis masyarakat, dengan meningkatkan peran serta masyarakat terhadap dunia pendidikan dalam hal ini PNF. Selain itu aku ingin mengangkat berbagai kerajinan lokal yang mungkin nanti bisa dikembangkan oleh anak didikku dan lebih mengenalkan kerajinan mereka ke dunia luar.

Setelah memperkenalkan diri dan kucoba mengutarakan maksud dan tujuanku, mas sarjono mulai bercerita tentang desa Jepangrejo dan seniman-seniman yang ada di desanya ini.. dari penuturan mas sarjono ternyata selain dia masih banyak lagi seniman atau pengrajin yang ada di Desa Jepangrejo.
Diceritakannya pula ada dua dalang wayang kulit yang cukup laris dan wayang-wayang yang digunakan untuk pentas ternyata adalah wayang buatan sendiri. Selain itu ada seniman pembuat wayang golek yang namun sayang tidak mendapat perhatian sehingga tidak dikenal.
Dan anehnya seperti halnya mas sarjonopun tidak ada yang pernah belajar khusus atau berguru, mereka belajar secara otodidak..
Mas Sarjono menceritakan asal mulanya dia menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin barongan.. berangkat dari hoby yang memang suka nonton pagelaran wayang dan kesenian Barongan, dia berusaha mengotak atik sendiri bagaimana caranya dia bisa membuat kerajinan wayang ataupun barongan. Diapun bercerita katanya dari kesalahan selama membuat kerajinan itu dia malah semakin pandai untuk bagaimana cara memperbaiki kesalahan sehingga bisa membuat yang lebih baik dan selalu meningkatkan mutu dari hasil kerajinannya. 
 
Dan yang membuatku semakin semangat untuk terus menimba ilmu darinya, dia dalam membuat karya-karyanya dia menggunak bahan dan alat seadanya yang hampir semua orang bisa mendapatkan. seperti dalam membuat wayang dia menggunakan mika yang biasa dijual di toko bangunan sehingga sangat sesuai bila diterapkan ilmunya ini kepada warga belajar SKB yang memang rata-rata dari keluarga tidak mampu.
Ternyata hasil karya dari mas Sarjono sangat diminati masyarakat karna selain murah hasilnyapun tak kalah dengan wayang kulit asli. banyak pesanan dari tetangga-tetangganya.
 
Setelah cukup lama aku mengobrol dengannya akupun berpamitan pulang...
Kulangkahkan kakiku dengan mantap, penuh dengan angan dan rencana bagi anak didikku..
Akupun begitu bangga ternyata Bloraku yang kucintai begitu banyak pemuda-pemuda yang berbakat dan layak untuk diperjuangkan dengan segala kelebihannya..
Andai saja pemerintah mampu lebih memperhatikan mereka, mampu memberikan solusi pemasaran mereka, memberikan tempat kepada mereka yang kreatif, pasti Bloraku semakin semarak dan maju dengan banyaknya home industri, sehingga para pemuda blora tidak harus keluar dari Blora untuk mencari pekerjaan. dan tentunya semakin mengangkat nama Blora itu sendiri di dunia luar.  
 

POTRET KECIL KEHIDUPAN....


Siang itu tampak seorang anak kecil dengan seragam lusuh berjalan agak tergesa menuju rumahnya setelah pulang dari sekolah kesetaraan Paket B…

Sesampai di sebuah rumah yang sebagian besar hanya berdinding gedek (anyaman bambu) dia duduk di balai bambu di teras untukmelepas sepatu bututnya sambil berucap agak keras..

“ assalamu alaikum “..

“ waalaikum salam “ Terdengar suara dari dalam rumah menyahut, terlihat seorang nenek keluar dari rumah dengan diikuti bocah kecil sekitar umur 5 tahunan..

“ O… kowe yan, tak kiro ono tamu sopo..” begitu nenek itu menambahi..

” ma’e nengdi mbah? “ tanya anak itu yang memang bernama karyanto dan biasa dipanggil yanto..

sambil menenteng sepatu bututnya yang baru dilepaskannya, dia menuju kamar untuk melepas semua atribut sekolahnya dan ganti kaos oblong kumal gambar partai demokrat dan SBY.. pemberian tim sukses partai kemarin waktu Pilpres..

” makmu neng omahe bu endang, kon ngumbahi.. pakmu mau yo dikon ngewangi ngedhos neng sawahe lek Ji.” terdengar neneknya memberi penjelasan..

” Kono ndang mangan disik, dek mau entuk uduk soko dhe basir, jare sesok ameh mantu..”
Tanpa pikir panjang karyanto menuju sebuah meja yang terletak di belakang bivet (lemari agak pendek tempat piring dan gelas) yang memisahkan antara ruang tamu dan ruang belakang..

Begitu dilihatnya di atas meja tersebut tampak kendi ( tempat air yang terbuat dari tanah liat ), dia langsung menyambar dan menenggaknya tuk lepaskan dahaga. Dia buka kardus putih yang berisi nasi uduk dan dengan lahap dia menikmati makanan yang baginya jarang sekali dia rasakan..

Setelah menikmati makan dia mendekati adik kecilnya yang tengah asyik bermain mobil2an dari lempung (tanah liat) yang dia buatkan kemarin.

” Dik.. aku duwe dolanan apik, sik yo tak jupukke..”

Bergegas dia menuju kamar mengambil tas dan mengeluarkan tas kresek dari dalam tasnya.. kemudian dia mendekati adiknya yang dari tadi terus mengikutinya karna penasaran..
” Dolanan opo kak?.” tanya adiknya yang ternyata bernama Panji penasaran..
Sambil menggandeng tangan panji dia duduk di lantai teras dan membuka tas kresek tersebut,
”Hayo, mbedekmu opo iki?.. tampak dia mengeluarkan lembaran tipis dengan warna cat yang masih agak lengket karena belum kering benar..
” Wayang... Wayang...mbah... wayang ” teriak adik kecilnya sambil berlari membawa lembaran tipis tersebut menuju mbah ngasiyem yang lagi nyisik sujen..

Benar memang lembaran tipis tersebur adalah mika yang dicat warna warni dan dibuat menjadi wayang oleh karyanto...
” soko opo yan iki kok apik? Kowe kok pinter nggawe ngene barang..” tanya neneknya sambil memegangi wayang yang dibawa oleh panji adiknya.
” Soko mika mbah iki.. mau pak guru neng sekolahan marai gawe wayang soko mika, jare bahane murah tur yo gampang goleke.. apik yo mbah.. aku ameh gawe kok mbah sing akeh, ngko meh tak dol karo bocah2 cilik, opomeneh dedy, anake pak lurah mesti seneng lan mesti gelem tuku..” terang karyanto dengan semangat dan penuh rencana...
Iyo yan.. ngko sopo kuwi?.. anake bu supi.. Andig mesti yo seneng..” kata mbah ngasiyem mendukung dan memberi semangat..

Setelah sejenak dia ngobrol-ngobrol dengan neneknya dan bermain dengan adiknya, Panji.. dia menuju kandang sapi belakang rumahnya untuk mengambil arit (sabit) berikut sak (karung plastik bekas urea).
Yach.... seperti biasa dia menjalani rutinitas kegiatan tiap sorenya yaitu mencari rumput buat makan sapi pedet yang dia peroleh dari upah memelihara sapi babonnya pak Sarjan Kepala Sekolah SD dekat rumahnya.

Kemudian dia mengambil topi dari dalam kamar dan berpamitan kepada mbahnya..
” mbah aku tak budal ngarit yo..”
” yo.., ati ati yo.. sapine wis mbok ombeni..?” sahut mbahnya.
“ wis mbah.” Jawab karyanto yang tampak tanpa beban dia menjalani kehidupan sehari-harinya yang bagi kebanyakan orang terasa berat tuk seumur dia. Diapun berlalu tanpa lupa mengucap “ Assalamu alaikum” bersamaan menghilangnya dia dari pandangan.. hanya terdengar siulan dari mulutnya yang semakin lama kian samar terdengar menandakan dia telah jauh meninggalkan rumahnya.
" wa alaikum salam" terdengar lirih mbah ngasiyem menjawab salam, sambil mengangkat bah, tampak terbersit rasa bangga di hatinya melihat cucunya yang selalu menjalani hari-harinya dengan semangat..

Begitulah sekilas cerita yang kulihat dari sebuah potret kehidupan dari seorang anak sekolah kesetaraan paket B yang tampak begitu bersahaja.. dalam kesederhanaannya..
Dalam keluarga yang sederhana.
Karyanto.. anak pertama dari keluarga buruh tani dan buruh cuci.. yang mempunyai adik yang baru berumur 5 tahun menjalani hidupnya dengan penuh arti... tiada kata putus asa untuk berusaha.. tiada kata mengeluh dalam keadaannya.. ataupun iri dengan kehidupan anak-anak sebayanya yang hidup dalam kemewahan..
menerima dan mensyukuri segala yang ada begitu tertanam dalam keluarganya..

Satu tujuan pasti dari seorang karyanto hanya berangan hari esoknya akan lebih baik dari sekarang... dengan menuntut ilmu berharap akan menjadikannya orang yang lebih berguna sehingga bisa membantu orang tua dan membahagiakan orangtuanya..

Ternyata masih banyak anak-anak bangsa di negeri ini yang begitu polos dan layak diperjuangkan..
Ternyata begitu banyak anak bangsa yang tak mampu sekolah karena ketidaktersediaan biaya dari orang tua mereka..

Semoga PNF menjadi tempat yang mampu wujudkan impian mereka...
Mampu menjembatani keinginan mereka yang ingin merubah nasib menjadi lebih baik..
Membekali ilmu yang bermanfaat bagi mereka..
AMIIEN...